top of page

Pernah gak sih kepikiran tentang 'Kecerdasan'? Baca ini sekarang! (Indo ver.)

  • May 12, 2020
  • 3 min read

Updated: May 15, 2020

Jadilah orang paling cerdas di dunia dengan mengetahui apa arti dari kecerdasan dan cerita dibaliknya.



Hallo, selamat datang di blog-ku! kali ini aku akan membahas tentang 'Bagaimana Kecerdasan dapat mempengaruhi masa depan', mungkin topik kali ini sedikit membosankan tapi sangat berarti untuk dibaca dan menambah wawasan!

" Kecerdasan dan karakter - Hal itu adalah tujuan dari pendidikan" - Martin Luther King, Jr.

Bagaimana Kecerdasan dapat Mempengaruhi Masa Depan.


Di era millennial ini, “Kecerdasan” adalah kata yang cukup jarang untuk menunjukkan kelebihan orang lain. Seringnya kata tersebut digunakan sebagai nama sciencetific (Artificial Intelligence/ Kecerdasan Buatan) atau sesuatu yang berhubungan dengan robot, menunjukkan bahwa kata kecerdasan sendiri merupakan kata yang sangat berarti dan penting. Bahkan hingga kini masih belum ditemukan arti resmi dari kata kecerdasan. Esai kali ini akan membahas tentang teori dari kecerdasan dan argumen tentang bagaimana kecerdasan dapat berpengaruh terhadap masa depan. Pertama, esai ini akan terfokuskan pada definisi dari kecerdasan itu sendiri. Kedua, esai ini akan membahas tentang manfaat dari kecerdasan untuk kita. Karena data untuk topik ini sangat terbatas maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari referensi sebanyak-banyaknya.

Menurut pemikiran saya, Kecerdasan adalah sebuah kemampuan untuk berpikir, membuat pernyataan, dan memahami sesuatu dibandingkan dengan melakukannya secara otomatis atau insting. Beberapa psikologis terkemuka mempunyai opini tersendiri untuk kata Kecerdasan, seperti yang dikemukakan pada salah satu kamus, fourthed yang diterbitkan pada tahun 2000 menyatakan bahwa kecerdasan adalah kapasitas untuk memperoleh dan mengaplikasikan ilmu. Setelah kita mendapatkan latar belakang dari kecerdasan alangkah baiknya kita melihat kembali bagaimana kecerdasan diukur pada zaman dahulu. Pada tahun 1960 kecerdasan dilihat dan diukur dari kemampuan berbahasa seseorang. Bahkan di kampus terkemuka di dunia seperti Cambridge dan Oxford mengharuskan pendaftar untuk melakukan tes berbahasa spanyol sebagai syarat penerimaan. Sekitar tahun 1990, keharusan berkemampuan berbahasa ini mulai luntur dan mereka mulai beralih ke kemampuan analisis.

Filsafat terbaik seperti Socrates memberikan satu definisi dari kecerdasan: “Saya tahu bahwa saya cerdas, karena saya tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa”. Dari pernyataan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa semakin kita dianggap sebagai orang yang cerdas maka semakin banyak pula ilmu yang kita miliki. Hal ini mengartikan bahwa rasa penasaran atau keingintahuan yang kita miliki membuat kita semakin berharga dan cerdas. Penemu lainnya seperti Hordward Gardner, mulanya menyatakan bahwa terdapat 7 macam kecerdasan seperti, kinestetik tubuh, interpersonal linguistic, visual spasial, dan sebagainya. Kekurangan dari teori Hordward adalah tidak dapat secara mudah mendapatkan ukuran kecerdasan seseorang secara tepat. Dewasa ini, kecerdasan biasanya diujikan melalui ujian berbasis kertas bernama tes IQ. Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah, apakah tes IQ ini sudah akurat untuk menunjukkan takaran kecerdasan seseorang? Ataukah teori Gardner lebih baik?


Dalam buku berjudul Hypersanity: Thinking beyond Thinking, kecerdasan dibandingkan dengan kebudayaan kita yang biaa menyamakan pemikiran dengan alasan logis, dan di beberapa bagian awal buku ini membahas tentang logika, alasan, bentuk dari mereka, kecacatan dari mereka, dan dimulai dengan argumentasi yang mendasar. Tetapi pemikiran sebenarnya lebih dari hanya alasan logis, dan buku ini juga menerangkan tentang kecedasan, intuisi, emosi, dan imaginasi.


Jika disimpulkan, kecerdasan tentu dapat menjadi jembatan emas bagi kita yang menginginkan kehidupan yang sukses. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang tidak cerdas tidak dapat menjadi sukses. Kemampuan untuk mengenali, memecahkan, dan belajar dari suatu masalah merupakan beberapa syarat untuk menjadi golongan orang yang cerdas. Jika kecerdasan sendiri gagal untuk menjadikan anda sukses setidaknya hal itu dapat menjadikan pemikiran anda menjadi lebih baik. Pada akhirnya kecerdasan tidak dapat secara akurat memprediksi kesuksesan kita di masa depan karena sampai sekarang tidak ada konsep sempurna untuk mengukur kecerdasan seseorang.

Comments


Drop Me a Line, Let Me Know What You Think

Thanks for submitting!

© 2023 by Train of Thoughts. Proudly created with Wix.com

bottom of page